Kementerian Energi Sumber Daya
Mineral (ESDM) akan mendorong penggunaan energi baru terbarukan untuk
melistriki sekolah di daerah terpencil.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Dasar dan Menengah, Anies Baswedan mengatakan, ada 8,4 persen atau 17.250
sekolah belum teraliri listrik dari 208 ribu sekolah yang ada.
"Dalam catatan kami dari 208
ribu, ada 8,4 persen sekolah belum mendapatkan listrik di Indonesia. Padahal
elektrifikasi nasional 84 persen," ujar Anies di Kantor Kementerian ESDM,
Jakarta, pekan lalu.
Pada kesempatan yang sama,
Menteri ESDM Sudirman Said menuturkan guna mengurai permasalahan tersebut, bisa
diterapkan pemanfaatan energi baru terbarukan pada sekolah yang berada di
wilayah terpencil. Pasalnya, wilayah tersebut sulit dijangkau infrastruktur
kelistrikan.
"Ada kebutuhan dan saya rasa
di daerah terpencil. Kita akan jadikan titik-titik tempat penyelenggaraan
pendidikan sebagai hub untuk menumbuhkan listrik dengan basis energi baru,"
tutur Sudirman.
Direktur Jenderal Energi Baru
Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana menambahkan, sekolah tersebut
tak hanya menjadi konsumen listrik yang berasal dari EBT, tetapi juga bakal
menjadi teknisi perawatan pembangkit dengan mendidik siswanya.
"Sekolah yang di dalamnya
tidak hanya untuk penerangan tapi menciptakan sekolah itu sebagai bengkel agar
mereka mampu memelihara fasilitas EBT yang ada," pungkasnya.
Judul : Energi Terbarukan Untuk
Sekolah Daerah Terpencil
Sumber : Siaran Pers PLN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar